Unit Crusher with spareparts

Sparepart for unit crusher always ready for stock.

Conveyor Gallery

Prepare the Conveyor for customer request.

Ready for Delivery unit

Product for Sand Washing Plant ready for delivery.

Installation Process

Impact crusher was installed on Customer location .

Finishing Process

Ready for Test and Commisioning.

Minggu, 18 Oktober 2015

Asphalt Mixing Plant Operation System

Sistem produksi yang disematkan di Asphalt Mixing Plant terdiri dari 3 metode, yaitu sistem Manual, Semi Otomatis dan Otomatis. Dari ketiga sistem ini memiliki karakteristik sendiri-sendiri.


Manual System
Sistem manual dioperasikan full oleh operator, komposisi per aggregate, bitument dan filler disesuaikan oleh kecepatan dan kecekatan dari operator, karena proses penimbangan aggregate akan sesuai komposisi jika operator cekatan. Buka tutup pintu bukaan dari bahan tersebut akan tersesuaikan dengan sendirinya jika operator sudah berpengalaman.


Semi-otomatis System
Sistem ini sedikit lebih mudah karena proses penimbangan dan proses pencampuran akan terhenti dengan sendirinya jika sudah tiba pada waktu yang sudah disetting sebelumnya. Operator hanya memerlukan kecepatan jari untuk mengatur bukaan pintu dari bahan material dan pintu bukaan bawah pada mixer.


Otomatis System
Sistem otomatis akan lebih menyederhanakan kinerja Operator. Karena sistem sirkulasi produksi sudah terintegrasi dengan PLC ( proccessor ). Jadi operator hanya memantau suhu material, suplai kebutuhan material dengan cara mengatur kecepatan feeder di Cold Bin agar pada saat penimbangan tidak terjadi kekurangan aggregate.


Di Indonesia tidak seluruhnya operator tertarik dengan proses otomatis, karena metode ini baru diterapkan di AMP di beberapa tahun terakhir saja, sehingga operator yang sudah terbiasa dengan metode manual, menjadi sedikit kaku dwngan metode ini.

Stone Crusher Automation

Proses produksi Stone Crusher dengan metode otomatis masih jarang bahkan sulit ditemukan di Indonesia, selain masih baru dan biaya yang dibutuhkan juga tidak sedikit. Tapi tidak dipungkiri bahwa Plant Crusher berkapasitas besar ada baiknya diterapkan metode otomatis ini. Selain memudahkan operator, jangkauan operator dan pekerja lain bisa lebih fokus pada unit dan komponen yang kemungkinan mengalami trouble. Biasanya dengan sistem manual, operator lebih fokus di ruang operator dan kurang fokus untuk mengecek kondisi diluar.
Kita buat contoh kecilnya, Crusher Plant dengan komposisi unit Jaw to Jaw.
1 Unit Hopper kapasitas 12 kubik
1 Unit Feeder kapasitas 80TpH
1 Unit Jaw PE500x750
1 Unit Vibrating Screen 4YK1548
2 Unit Jaw PE250x1200
dan ada 8 conveyor pendukung


Dengan tipe Plant tersebut diatas, layoutnya adalah sebagai berikut:
Dengan plant seperti diatas, sistem otomatis adalah sebagai berikut:
Proccesor akan menerima signal bahwa tombol START sudah ditekan, konveyor produk akan bekerja secara bertahap ( Tiap 10 detik ). Setelah jeda beberapa detik, Konveyor utama akan bekerja, dilanjutkan oleh konveyor dari Secondary Jaw. Setelah 5 detik, Secondary Jaw akan menyala ( sistem START-DELTA), dilanjutkan oleh Secondary Jaw yang satunya.

Jumat, 16 Oktober 2015

Dari Crusher Plant ke AMP dan Batching Plant

Bekerja di bidang Crusher, Batching Plant dan AMP memang berkutik pada infrastruktur (jalan, jembatan dan konstruksi), tetapi kalo ditelusuri lebih detail bidang ini sangat vital pemanfaatannya. Tetapi orang awam yang sering melihat konstruksi yang sedang dikerjakan, jalan yang dihotmix tidak seluruhnya mau menelusuri sebenarnya awal dari keseluruhan bahan itu didapat dari mana. Tau nya ya jalan diaspal, ada menara tinggi yang sedang dibangun. Udah begitu saja.
Ini adalah alasan saya diawal sehingga berkecimpung didunia ini. Setelah didalami ternyata banyak yang menjadi pelajaran dan ilmu berharga. 


Sedikit penjabaran yang pernah saya ketahui, bahan utama dari ketiga plant ini hanya batu, semen, bitument. Bahan tambahan juga ada seperti zat adiktif, zat ini berfungsi sebagai peningkat kualitas dari produk yang dihasilkan. 

Crushing Plant.
Ukuran batu hasil galian yang masuk ke plant crusher tergantung dari mulut bukaan dari Primary, biasanya paling kecil 20-30cm hingga 200cm. sedangkan hasil atau produk 0-5mm, 5-10mm, 10-20, dst. Tergantung dari ukuran mesh di Vibrating Screen

Asphalt Mixing Plant ( AMP )
Bahan baku diambil dari hasil produksi di Stone Crusher, biasa disebut dengan kata "aggregate". Aggregate dari bahan ini memiliki ukuran sesuai dengan komposisi yang dibutuhkan untuk menghasilkan hotmix ( biasanya komposisi tersebut dikeluarkan setelah dilakukan pengecekan di lab menggunakan alat khusus ). Selain aggregate ada juga bahan lain untuk menghasilkan hotmix yaitu filler ( semen ), aspal dan zat adiktif, biasanya zat tambahan ini diperlukan sesuai dengan kebutuhan.
Hotmix yang dihasilkan oleh plant ini, biasanya untuk jalan raya. atau perumahan.

Batching Plant
Sama seperti AMP, bahan baku dari Plant ini adalah aggregate, semen dan air ( kadang ditambahi juga dengan zat adiktif jika perlu ). Hasil dari produksi plant ini digunakan untuk konstruksi bangunan, jembatan, dll.

Gambar Crusher : www.gypsum-crusher.com
Gambar AMP : www.cccme.org.cn
Gambar Batching Plant : www.qunfeng-machine.en.made-in-china.com

Selasa, 13 Oktober 2015

Burner Dryer Inspection

Pengecekan unit Asphalt Mixing Plant, ada kendala pada saat pengoperasian burner untuk Dryer dan Hot Oil system. Sebagai seorang engineer tidak serta merta langsung mencari cara untuk penyelesaiannya. Saya harus investigasi awal terlebih dahulu, apa kendalanya, bagaimana solusi yang dilakukan sebelum saya datang kelokasi dan apa hal-hal yang terjadi pada saat tim dilokasi melakukan solusi yang ada dibenak mereka.
Setelah data-data terkumpul, saya baru menyimpulkan dan mencari solusi yang sesuai dengan standarisasi alat tersebut.

BURNER DRYER
Proses pengoperasiaanya sudah tersaji di display Control Panel, nyalakan pemantik ( bukaan valve gas akan otomatis terbuka ), nyalakan pompa bahan bakar ( kali ini menggunakan solar ), nyalakan blower ( posisi bukaan pintu angin adalah nol ), dan tekan tombol pengaturan bukaan valve solar. Ini adalah standarisasi pengoperasiannya. Saat burner beroperasi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, diantaranya :
1. Tekanan dorong untuk bahan bakar adalah 2 bar
2. Bukaan pintu angin untuk blower disetting 1/4 bukaan
3. Valve balikan bahan bakar harus dibuka full agar tidak terjadi tekanan berlebih.
4. Pada saat produksi pastikan asap buangan yang keluar dari cerobong berwarna putih. Jikan warnanya bercampur putih dan hitam, setting kembali bukaan angin pada burner atau kurangi suplai bahan bakar jika memungkinkan.

Simple Coal Gasifier


Saya mau membahas mengenai Coal Gasifier untuk PLTU dikonversi menjadi pengganti Burner di AMP. Ada beberapa kontraktor menggunakan sistem ini, dan hasilnya adalah reduce biaya bahan bakar hingga 70% jika dibandingkan dengan penggunaan bahan bakar solar, residu dll. Selain investasi alat, bahan bakar ini juga sangat mempengaruhi roda keuangan satu perusahaan. Bisa dibayangkan jika dalam penggunaan bahan bakar solar memerlukan biaya hingga ratusan juta perbulan. Sedangkan penggunaan batubara yang lebih banyak tetapi biayanya hanya puluhan juta rupiah. Hal ini bisa menjadikan sirkulasi keuangan sedikit bisa ditekan pengeluarannya.
Coal Gasifier adalah salah satu alat yang mengubah batubara murni menjadi gas. Caranya ya dibakar trus gasnya dikumpulin dengan cara disedot. Dalam sistem Coal Gasifier, ada yang namanya Tungku Pembakaran. Nah ini adalah jantung dari sistem Coal Gasifier ini. Batubara murni akan disuplai kedalam tungku, dimana tungku tersebut sedang terjadi proses pembakaran. Batubara yang disuplai secara kontinyu untuk mempertahankan proses pembakaran agar tetap stabil. Dengan ketinggian tertentu didalam tungku, akan terhimpun gas dengan suhu tinggi. Gas bersuhu tinggi ini nantinya akan tersalurkan melalui saluran yang sudah disiapkan. Gas akan secara alami mengalir melalui saluran tersebut karena didalam tungku akan terdapat tekanan tinggi hingga 10 bar akibat proses pembakaran tadi. Gas bersuhu tinggi ini nantinya akan disalurkan ke dalam dryer dan difungsikan sebagai burner dan pengering aggregate di AMP. Simpel kan?